Biarkan Dunia Melihatku

Sakit hati. iya.

 

Beberapa hari lalu, aku mengikuti seleksi pelatihan kelas Public Speaking di suatu organisasi. Mengingat aku memang memiliki minat dibidang tersebut, lolos seleksi tersebut adalah sesuatu yang aku nanti-nantikan.

 

Sampai pada waktunya pengumuman, aku ternyata tidak lolos. Sakit hati? Iya. Kecewa? Pasti. Seakan alam segan memberikan kesempatan baik itu.

Tapi apa mau dikata, bukan rezekiku.

 

Kemudian itu jadi membuat aku berpikir, apa yang salah? kenapa aku tidak terpilih?

 

Berpikir dan terus berpikir hingga aku sampai pada satu kesimpulan (selain memang bukan rezekiku). Aku kira mungkin karena mereka melihatku tidak  kompeten dibidang tersebut. Melihat para peserta yang lolos, aku merasa aku tidak ada apa-apanya. Aku merasa tidak seperti mereka.

 

Aku yang terlalu tertutup, mungkin membuat orang tidak bisa benar-benar “melihat” dalam diriku.

 

Kesimpulannya? Mungkin aku harus belajar terbuka. Terbuka dalam menerima hal baru, membuka diri untuk energi-energi positif dari alam. Menyerap hal-hal baik, dan menjadikan dirimu baik dengannya.

 

Belajar melihat dan menerima seisi dunia, dan biarkan dunia melihat kedalammu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s