Sendiri

Jakarta, 02 November 2015.

Hari ini sudah tak terhitung berapa kali aku duduk ditempat ini. Sebuah kursi di pinggir ruangan dimana aku bisa melihat keseliling ruangan dengan sempurna.

Melihat orang-orang yang tak kukenal berlalu lalang . Sebagian besar mereka sedang menikmati hari libur bersama keluarga, sebagian lainnya hanya menghabiskan waktu berbincang dengan kawan-kawan mereka.

Aku? Ditengah keramaian dan diantara hiruk pikuk disini, aku hanya sendiri. Hhh.. Terlihat kesepian mungkin. Tapi tidak.

Aku menikmati setiap waktu saat aku sendiri. Dimana aku bisa berfikir tentang apa yang ingin dan akan aku lakukan.

Sebagian besar orang menilai aku tidak cukup bergaul dan hanya memiliki sedikit koneksi. Tidak juga. Aku memang bukan orang yang memiliki teman dimana mana. Tapi aku kenal banyak orang.

Hanya saja aku tidak ingin terlalu dekat dengan mereka. Hanya dekat, tapi tidak terlalu dekat. Karena menjadi terlalu akrab dengan seseorang membuatku merasa terikat.

Jadi kuputuskan untuk membuat dinding pemisah didalam arenaku. Agar sedekat apapun aku dengan orang lain, aku tetep memiliki “wilayah aman” untuku sendiri.

Tak ada salahnya kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s